Ketahui Manfaat Terapi Okupasi Pada Balita

Ketahui Manfaat Terapi Okupasi Pada Balita

smartgirltips.com – Bunda, seperti apa sih terapi okupasi tersebut? Dan apa manfaat dilakukan terapi okupasi pada anak balita? Terapi okupasi ini nantinya akan membantu anak balita atau pun orang dewasa supaya dapat menjalani kehidupan yang lebih baik lagi daripada sebelumnya. Yang mana terapi okupasi tersebut bisa sangat berguna sekali khususnya bagi para penderita beberapa jenis fobia, gangguan hiposensitivitas dan juga hipersensitifitas sensori, dan lain sebagainya.

Ketahui Manfaat Terapi Okupasi Pada Balita

Lantas apa manfaat terapi okupasi pada balita?

Pada anak balita, terapi okupasi ini umumnya dipergunakan untuk membekali sih anak tersebut dalam menghadapi sebuah situasi di pendidikan luar sekolahnya, situasi social, mempunyai keterampilan dasar untuk kehidupan bersosial, dan juga menghadapi terjadinya perubahan yang kognitif serta fisik, sehingga nantinya sih anak bisa lebih diterima lagi di lingkungannya tersebut.

Gambaran paling sederhana dari terapi okupasi pada anak balita ini, adalah apabila anak balita usia 5 tahun masih belum bisa masuk ke sekolah taman kanak-kanak (TK) tanpa menangis, bermain di tempat umum yang selalu bersama dengan orangtuanya, dan juga masih belum mempunyai kemampuan pra tulis sih anak dengan baik, di berikan simulasi untuk dapat menyiapkan sih anak belajar hal tersebut.

Nah, terapi okupasi pada balita ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pendekatan bermain atau pun teknik yang lainnya yang pastinya lebih efektif lagi. Salah satunya adalah dengan sensori integrasi supaya sih anak bisa merespons positif situasi tertentu, begitulah yang dikatakan oleh Dewu Anggraini AMd. OT. S. KM seorang terapis okupasi dari klinik tumbuh kembang anakku Check My Child yang ada di Jakarta.

Sebagai contohnya, anak yang takut akan ketinggian, juga anak yang takut jika kakinya tak menapak pada lantai, diberikan terapi okupasi dengan perubahan ketinggian secara perlahan. Pengalaman yang satu ini telah dirancang secara positif, bertahap, dan juga lebih lamban, supaya sih anak pun juga bisa merasa nyaman dan juga input yang masuk ke dalam tubuhnya tetaplah positif, sehingga tidak menakutkan lagi.

dosenpendidikan.com Berdasarkan catatan “The Amercian Occupational Therapy Association Inc”, bahwasannyay setelah dokter atau pun psikolog merujuk seorang anak pada terapis okupasi adan beberapa hal yang nantinya akan dikerjakan oleh terapis okupasi, yakni  :

  • Lakukan evaluasi holistic pada anak lewat keluarga atau anak itu sendiri, untuk dapat menentukan tujuan dari terapi yang akan dicapai.
  • Merancang intervensi yang nantinya akan dilakukan untuk perbaiki kemampuan anak, sehingga bisa beradaptasi pada lingkungan sekitar.
  • Mengevaluasi setelah dilakukan terapi untuk dapat memastikan tujuan terapi sudah terpenuhi atau perlu rencana intervensi lain. Contohnya ditambahkan terapi perilaku pada anak.

Demikianlah manfaat terapi okupasi pada balita yang bisa kami ulaskan secara detail. Semoga saja bermanfaat.

Baca juga artikel HP Android lainnya: